Setelah lama aku vakum ngeblog (karena lagi lumayan sibuk), ditengah ke bt anku karena lagi jadi pengangguran, aku jadi ingin curhat melalui blog, dan setelah dicari, akhirnya blog yang sekianlama hilang entah kemana dapat ditemukan lagi dan akhirnya kulanjutkan episode cerita asrama hantu episode IV, beginilah lanjutannnya...................................................
Asrama Hantu Part 4
Desiran angin yang cukup keras menerpaku, ketika aku melewati depan kuburan kuno untuk menuju asrama ui tersebut. Bulu kudukku langsung merinding. Suasana seram memang masih menyelimuti, karena suasana sekitarnya amat mendukung, selain hari sudah menjelang malam, ditambah adanya hujan rintik-rintik, menjadikan degup jantungku semakin keras. Ketakutan yang tiba-tiba menyergapku seolah-olah menggandoli kaki yang menjadi lemas tanpa daya dan rasanya amat berat untuk dibuat lari, bahkan untuk melangkah sekalipun. Seketika itu aku coba membaca-baca ayat kursi yang aku yakini akan mampu mengusir ketakutanku tersebut. Aku baca ayat tersebut keras keras, tapi-tiba sebuah tepukan halus mendarat di bahuku, "assalamualaikum", sayup-sayup terdengar ditelingaku yang mendadak tuli karena ketakutan, tepukan kedua terasa mendarat lagi di bahuku, baru panca inderaku terasa tersadar, "waalaikum salam", jawabku sambil melayangkan pandangan ke belakang, anehnya tidak nampak ada orang dibelakangku, langsung saja aku bersiap ambil langkah seribu sambil mengucapkan ayat kursi yang telah hapal diluar kepala keras-keras". Tiba-tiba, sebuah tangan yang tegap memegang tanganku dari samping, "dik mau kemana sore-sore gini" teriaknya agak keras, mungkin karena dia menyadari bahwa aku sedang ketakutan dan mencoba menyadarkanku dari rasa takut tersebut. Baru akhirnya aku tersadar bahwa orang yang mengucapkan salam itu ternyata ada disamping kiri saya, seorang berbadan tegap, nampak dengan embel embel satpam universitas. Dengan agak malu-malu, aku menjawabnya,"mau ke asrama ui" mas, "arahnya sudah betul" kan, tanyaku cemas takut salah, maklum suasana sudah menjadi gelap, kalau arahku salah, sudah pasti gagal usahaku hari ini untuk meliat asrama ui, calon tempat kos ku. "Sudah betul mas", mas tinggal jalan lurus saja, kira-kira 200 meter, nanti keliatan ada bangunan besar, bangunan itu lah Asrama UI. Terimakasih, ucapku atas jawaban dari pertanyaanku tadi. "Kalau mas sendiri satpam UI ya", tanyaku kepadanya,"ya betul dik", "mau kemana nich" tanyaku untuk mencairkan suasana. "Mau pulang ke rumah saya dik". "Emang rumahnya dimana?" disitu, sambil jari telunjuknya mengarah ke pepohonan sebelah kanan saya, yang saya pahami adalah merupakan sebagian areal pemakaman kuno. Kepalaku langsung memutar mengikuti jari telunjuknya menuju arah makam kuno tersebut. "Lo itu bukannya pekuburan mas," gak ada rumah disitu," tanyaku dengan perasaan-perasaan campur aduk. Namun bukan jawaban yang aku terima, tapi bau busuk langsung mampir dihidungku, aku menoleh ke samping kiriku, dan tiba-tiba orang disampingku sudah lenyap dan tidak ada lagi batang hidungnya, seketika, aku segera melangkahkan kakiku setengah berlari dengan wajah lurus tanpa berani menengok kesana kemari.