Minggu, 14 Oktober 2012

Asrama Mahasiswa Berhantu (part 2)

Singkat kata, akhirnya tanpa memperdulikan komentar sinis dan ragu dari teman-temanku, aku tetap mendaftarkan ikut tes masuk UI, dan pada pagi ini semua akan jelas,apakah diriku mampu melewati tes dengan sukses, dan bisa berbangga hati menjadi bagian dari civitas akademica UI atau terpuruk dan harus mencoba ditahun tahun mendatang???. Setelah solat subuh, aku bergegas ke luar rumah, menuju agen koran langgananku. Meski biasanya juga koran selalu tersedia di depan rumahku, tapi aku tidak sabar untuk melihat pengumuman hasil tesnya. Bang, mana koranku," tanyaku sama agen langgananku dengan nada cemas. Ohhh, kamu ri, mengkagetkan saya saja," pagi sekali kamu kesini," hehehe, ada berita apa emangnya," sambil mencandaiku. Emang sich, tidak ada seorang pun, termasuk di rumah yang tau aku juga ikut tes UI, sama keluargaku aku cuman bilang ingin ikut tes perguruan tinggi, tanpa nyebutin UI. Kalau aku nyebutin UI, mungkin mereka gamang dan bisa saja melarangku, maklum, selain tesnya sulit, juga dibandingkan universitas negeri lainnya, biaya kuliah di UI juga lebih mahal. Nih ri, korannya, sela bang roy, si agen koran," menambah kegelisahanku. Aku bergegas menggenggam erat koran pagi itu dan cepat-cepat kubawa pergi, ketempat yang sepi. Aku tidak mau, ekspresiku, senang maupun susah ketahuan orang-orang disekitarku. Kalau pun aku ternyata berhasil, mungkin baru kuumumkan ke keluargaku, tapi kalau ternyata aku gagal, aku pasti malu untuk diketahui oleh keluargaku atau teman-temanku. Intinya kalaupun gagal, aku hanya ingin menyimpan kenangannya dalam memoriku saja.  Setelah sebelumnya aku berdoa dengan khusus, baru aku buka lembar pengumuman, dengan ambil nafas panjang, aku memicingkan mataku meneliti nama demi nama, tentunya dalam jurusan yang aku pilih. Hatiku berhenti berdetak, ketika akhirnya aku temukan namaku, tertulis jelas, Rian Hidayat, tertulis fakultas Hukum. Tak kuasa aku menahan rasa gembiraku yang meluap dan bergemuruh laksana ombak di lautan. Tapi sebelum aku berteriak kegirangan dan berlari untukk mengkabarkan berita gembira ini ke keluargaku, ku coba yakinkan sekali lagi dengan mencocokan kode kartu ujianku dengan kode ujian yang ada setelah namaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar