Sabtu, 08 Juni 2013

Asrama Mahasiswa Berhantu Part 3

Singkat kata, akhirnya aku diterima di fakultas hukum UI. Rasa banggga, gembira campur aduk di dalam hati. Siapa yang tidak bangga, dapat diterima di fakultas hukum universitas terbaik di Indonesia, paling tidak menurut pendapat sebagian besar orang. Namun kegembiraan itu tidak dapat berlangsung lama, karena kesulitan langsung menghadang, terutama bagaimana mendapatkan tempat kos yang murah meriah tapi bagus, maklum aku bukan berasal dari keluarga berada, bahkan bisa dikatakan berasal dari keluarga miskin, anak kampung yang jauh dari kota jakarta. Untuk sementara ini memang aku masing bisa numpang di saudaraku yang tinggal di Jakarta. Namun keadaan ini sudah barang tentu tidak bisa terus terjadi. Aku harus segera mendapatkan kos, begitulah keinginan hatiku. Setelah beberapa kali ke rektorat untuk menyelesaikan prosedur pendaftaran mahasiswa baru, akhirnya setelah bertanya dan berkonsultasi ke beberapa orang teman baruku di UI, aku memperoleh informasi bahwa UI menyediakan asrama yang murah bagi mahasiswa yang pada saat itu diprioritaskan bagi mahasiswa-mahasiswi yang dari luar kota jakarta.  Informasi ini tentu saja aku sambut dengan suka cita, karena amat susah ternyata untuk mencari tempat kos yang dekat kampus tapi murah harganya. Esok harinya, waktu itu hari senin, siang aku segera naik bus kuning UI. Bus kuning UI ini merupakan fasilitas dari kampus yang diperuntukkan sebagai transportasi bagi mahasiswa mahasiswa ui untuk menuju fakultasnya masing-masing. Maklum saja kampus ui mencakup area yang sangat luas, sehingga tentu amat melelahkan dan menyita waktu apabila pihak kampus tidak menyediakan semacam bus untuk transportasi di lingkungan kampus UI. Setelah sekita lama mencari-cari, dan sempat tersesat beberapa kali (maklum saja mahasiswa baru), akhirnya aku dapat menemukan lokasi asrama mahasiswa ui itu yang ternyata lokasinya lumayan jauh dari letak fakultas hukum, namun adanya bus kampus itu tentu saja membuat jarak yang cukup jauh tersebut menjadi bukan halangan yang berarti. Asrama ui tersebut cukup asri tapi agak menyeramkan, karena disampingnya ada kuburan yang cukup tua dan masih banyak pepohonan. Danau buatan membentang luas didepan asrama dan sungguh indah bagi mata yang memandangnya. Pepohonan yang masih tumbuh lebat di sekitar UI menyebabkan rasa nyaman dan hawa yang sejuk di asrama tersebut. Namun ada satu hal yang cukup mengganjal dan sedikit menimbulkan ketakutan adalah bahwa asrama UI tersebut ternyata dibangun di atas bekas kuburan tua yang ada di kampung depok tersebut. Itulah setidaknya peristiwa yang menyeramkan yang telah aku dengar dari beberapa cerita ibu-ibu penjual di kantin asrama UI sewaktu aku makan untuk beristirahat setelah aku lelah melihat suasana asrama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar